Sumbarkita – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengalihkan aktivitas belajar tatap muka bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) ke rumah menyusul memburuknya kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat pada Rabu (26/8/2026).
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah perlindungan terhadap anak-anak yang menjadi salah satu kelompok rentan terhadap paparan polusi udara.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dharmasraya, Martin Efendi HS, mengatakan berdasarkan data pemantauan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Dharmasraya berada pada kisaran 125 hingga 130.
“Berdasarkan data pemantauan hari ini, angka ISPU Dharmasraya berada di kisaran 125 hingga 130 atau masuk kategori tidak sehat, sehingga sangat berisiko bagi kelompok sensitif seperti anak-anak dan lansia,” ujar Martin kepada Sumbarkita, Rabu (26/8/2026).
Ia menjelaskan, pembelajaran dari rumah bagi siswa PAUD dan TK diberlakukan mulai Rabu hingga Jumat. Kebijakan tersebut akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara.
“Untuk anak-anak PAUD dan TK diarahkan belajar di rumah mulai Rabu sampai Jumat, sementara jenjang SD, SMP, hingga SMA masih berjalan seperti biasa sambil terus kami evaluasi,” jelasnya.
Kabut Asap Masih Bertahan
Martin mengatakan, kondisi kabut asap masih terlihat meski wilayah Pulau Punjung sempat diguyur hujan dalam durasi singkat pada Rabu pagi. Namun, hingga sore hari, kepekatan kabut asap masih terpantau bertahan.
Ia memastikan kabut asap yang menyelimuti Dharmasraya bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah administrasi kabupaten tersebut.












