Sumbarkita – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan mulai didorong melalui penerapan sistem pertanian modern di Kabupaten Dharmasraya.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melaksanakan Gerakan Tanam Serentak (Gertam) padi melalui Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di lahan Kelompok Tani Limau Kapeh, Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Rabu (30/9/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan pola pertanian melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, benih unggul, hingga pengelolaan tanaman yang lebih terukur.
Gerakan tanam tersebut dihadiri Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Andi Nur Alam Syah, Direktur Pascapanen Rizal Ismail, Kepala BRMP Sumatera Barat Salwati, serta Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yefrinaldi.
Turut hadir Camat Pulau Punjung Erik Harja, seluruh wali nagari, perwakilan Polres Dharmasraya dan Kodim 0310/SSD.
Target Produktivitas Hingga 13 Ton per Hektare
PM-AAS dirancang dengan mengintegrasikan enam komponen utama, yakni pengaturan populasi tanaman, penggunaan benih unggul, pengelolaan tanaman, mekanisasi pertanian, efisiensi sarana produksi, serta pemanfaatan teknologi.
Melalui penerapan sistem tersebut, produktivitas padi ditargetkan meningkat dari rata-rata 5–6 ton menjadi hingga 13 ton per hektare.
Di Dharmasraya, penerapan PM-AAS ditargetkan mencakup 790 hektare lahan yang melibatkan 105 kelompok tani di sembilan kecamatan.
Lahan terbesar berada di Kecamatan Sitiung dengan luas 255 hektare, disusul Pulau Punjung 202 hektare dan Koto Salak 147 hektare. Selanjutnya Koto Baru 74 hektare, Timpeh 60 hektare, Tiumang 47 hektare, Padang Laweh 3 hektare, Sembilan Koto 1 hektare dan Koto Besar 1 hektare.
Sementara secara keseluruhan, penerapan PM-AAS di Sumatera Barat ditargetkan mencapai 26.750 hektare. Kabupaten Dharmasraya sendiri memiliki potensi lahan baku sawah sekitar 4.629 hektare.
Untuk mendukung pelaksanaan program pada 790 hektare tersebut, kebutuhan benih diperkirakan mencapai 51.400 kilogram.
Enam varietas benih yang diusulkan untuk digunakan terdiri dari Banang Pulau, Bawaan, Inpari 32, Bujang Marantau, Cisokan dan Junjuang. Pelaksanaan tanam ditargetkan berlangsung secara bertahap pada periode September hingga Desember.
Bagi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas lahan yang dimiliki daerah.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian atas dukungan berupa bantuan benih serta penerapan PM-AAS di Dharmasraya.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, kata Bupati, siap mendukung pelaksanaan program tersebut agar penerapannya dapat memberikan manfaat bagi petani.
Tidak hanya mengejar peningkatan produksi, penerapan PM-AAS juga diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari sebelumnya IP 2 menjadi lebih dari 2.
Peningkatan tersebut diharapkan dapat memperkuat produksi pangan, mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Untuk memastikan penerapan teknologi pertanian modern berjalan optimal, dukungan petani dan penyuluh menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.
Penyuluh diminta terus melakukan pendampingan dan pemantauan di lapangan. Dengan pendampingan tersebut, berbagai kendala yang muncul selama penerapan PM-AAS diharapkan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.
Dari Sungai Dareh, gerakan tanam serentak ini menjadi bagian dari langkah Dharmasraya untuk mendorong pertanian bergerak menuju sistem yang lebih modern, produktif dan efisien.
Dengan sasaran 790 hektare lahan dan 105 kelompok tani, program tersebut sekaligus membuka ruang bagi petani Dharmasraya untuk mengoptimalkan teknologi dan mekanisasi dalam meningkatkan hasil produksi.
Pada akhirnya, modernisasi pertanian tidak hanya berbicara mengenai peningkatan hasil panen, tetapi juga bagaimana produktivitas lahan, efisiensi produksi dan kesejahteraan petani dapat tumbuh secara beriringan.














