Ia juga menyebut anak dan cucunya menangis histeris ketika melihat rumah yang telah mereka tempati selama sekitar empat tahun tersebut terbakar.
“Saya dulu pensiunan guru di Pasaman, sekarang ini tinggal di rumah untuk menemani cucunya yang masih kecil,” tuturnya.
Tetangga Ikut Selamatkan Barang
Sementara itu, Fadil (24), warga yang rumahnya berada di samping rumah Kasmainar, mengatakan dirinya sedang berada di kamar menggunakan laptop ketika kebakaran terjadi.
Ia kemudian mendengar warga di luar rumah meminta dirinya keluar karena terjadi kebakaran di rumah sebelah.
“Saya langsung keluar dan melihat bagian lantai dua rumah tetangganya telah terbakar. Api membesar dan asap tebal juga terlihat dari rumah tersebut,” tuturnya saat ditemui di rumahnya.
Karena khawatir api merambat ke rumahnya, Fadil bersama keluarganya segera mengeluarkan sejumlah barang dari dalam rumah. Barang tersebut di antaranya pakaian, kursi, dan surat-surat penting.
Setelah mengamankan barang miliknya, Fadil turut membantu warga memindahkan sejumlah barang dari rumah Kasmainar yang terbakar.
“Berdasarkan keterangan dari penghuni rumah tadi, penyebabnya kemungkinan karena konsleting listrik, soalnya lampu rumahnya meledak,” tuturnya.









