Sumbarkita – Sebanyak 450 warga terdampak banjir yang melanda Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Senin (3/8/2026). Dari jumlah tersebut, 80 kepala keluarga (KK) atau sekitar 150 jiwa di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir.
Camat Kuranji Rozaldi Rosman mengatakan kawasan yang mengalami dampak paling parah berada di Kelurahan Kuranji dan Kelurahan Gunung Sarik. Sementara itu, sejumlah kelurahan lainnya hanya mengalami genangan dengan intensitas lebih ringan.
“Banjir paling parah terjadi di Kelurahan Kuranji dan Kelurahan Gunung Sarik. Sementara itu, sejumlah kelurahan lainnya hanya mengalami genangan dengan intensitas ringan, untuk jumlah warga yang terdampak masih kita lakukan pendataan,” kata Rozaldi saat ditemui Sumbarkita di Lapau Munggu.
Ia menjelaskan banjir di Kelurahan Kuranji merendam sejumlah kawasan, yakni Kampung Guo, Lapau Munggu, Sungai Batang Buo, Perumahan Wahana, dan Kampung Tangah.
Menurut Rozaldi, warga yang terdampak telah dievakuasi ke posko sementara maupun rumah warga yang tidak terdampak banjir. Prioritas evakuasi diberikan kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia, balita, dan bayi.
“Warga yang terdampak telah dievakuasi ke posko sementara dan rumah warga terdekat yang tidak terdampak banjir. Mereka yang diungsikan antara lain lanjut usia, balita, dan bayi,” ujarnya.
Ia menyebutkan warga yang mengungsi berasal dari RT 02 RW 06. Mereka saat ini berada di posko sementara di sekitar simpang masuk Lapau Munggu, rumah kerabat yang tidak terdampak banjir, serta Mushala Jabal Nur.
Rozaldi mengatakan sejumlah wilayah lain tidak memerlukan evakuasi karena debit air mulai berangsur surut. Sebelumnya, ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan mencapai dada orang dewasa.









