Proses evakuasi dilakukan bersama BPBD, Satpol PP, TNI, dan kepolisian. Petugas membantu warga yang masih terjebak di kawasan terdampak menuju lokasi yang lebih aman.
Selain itu, Wali Kota Padang juga telah meninjau lokasi terdampak di Lapau Munggu dan Sungai Batang Buo. Di kawasan Sungai Batang Buo, arus air dilaporkan masih sangat deras sehingga belum dapat dilalui warga.
Rozaldi mengatakan kebutuhan paling mendesak bagi warga yang mengungsi saat ini adalah makanan. Pemerintah Kecamatan Kuranji telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Padang untuk menyalurkan bantuan logistik melalui dapur umum dan dapur darurat.
Selain makanan, kata Rozaldi, pengungsi juga membutuhkan selimut, popok bayi, dan kebutuhan pokok lainnya. Kebutuhan tersebut telah dikoordinasikan dengan BPBD dan Dinas Sosial Kota Padang.
“Warga yang diungsikan terdiri dari lansia, balita, dan bayi,” katanya.
Hingga Senin malam, kata Rozaldi, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun, seorang warga berusia 48 tahun mengalami cedera pada tangan hingga patah dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Rozaldi menjelaskan banjir terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan debit sungai meningkat. Selain itu, sejumlah bagian sungai yang sebelumnya telah diperbaiki kembali jebol sehingga memperparah luapan air ke permukiman warga.
“Intensitas hujan yang tinggi meningkatkan debit air sungai. Selain itu, aliran sungai yang sebelumnya sudah diperbaiki kembali jebol,” ujarnya.









