Sumbarkita – Upaya menyiapkan generasi muda untuk menunaikan ibadah haji dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi sejak usia sekolah. Melalui Program Tabungan Haji Pelajar, sebanyak 18 ribu pelajar di kota itu kini telah memiliki rekening haji.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Bukittinggi, BPRS Jam Gadang dan Kementerian Haji dan Umrah Kota Bukittinggi. Sejumlah pelajar yang telah mendapatkan porsi haji bahkan menerima sertifikat dalam kegiatan silaturahmi jamaah haji Kota Bukittinggi di Masjid Jamik Birugo, Kamis (24/9/2026).
Program Tabungan Haji Pelajar menjadi salah satu upaya Pemko Bukittinggi memperkenalkan perencanaan ibadah haji sejak dini. Pelajar tidak hanya diperkenalkan pada pentingnya menabung, tetapi juga mulai memiliki perencanaan untuk memenuhi salah satu rukun Islam tersebut.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis mengapresiasi sinergi yang telah terbangun dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan dan Kementerian Haji dan Umrah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai persiapan ibadah haji.
Pada kesempatan yang sama, Ibnu Asis juga mengapresiasi pelaksanaan silaturahmi jamaah haji sekaligus pembentukan Ikatan Keluarga Haji Indonesia (IKHI) Kota Bukittinggi Angkatan I.
Menurutnya, organisasi tersebut dapat menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan membangun kekompakan antarsesama jamaah haji di Kota Bukittinggi.
“Pada dasarnya, organisasi ini ingin mempertemukan dan mempersatukan kita dalam satu wadah persaudaraan, sehingga terjalin kekompakan dan soliditas di antara jemaah haji, khususnya yang ada di Kota Bukittinggi,” ujar Ibnu Asis.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bukittinggi Misra Elfi menyampaikan, 2026 menjadi tahun pertama berdirinya Kantor Kementerian Haji dan Umrah di Kota Bukittinggi. Pada tahun tersebut, sebanyak 253 jamaah haji Bukittinggi diberangkatkan ke Tanah Suci, dengan 252 jamaah telah kembali dan satu jamaah wafat di Tanah Suci.
Untuk keberangkatan 2027, pendataan calon jamaah haji juga terus dilakukan. Hingga saat ini, terdapat 180 calon jamaah haji asal Bukittinggi yang secara administrasi telah terdaftar untuk keberangkatan tahun depan.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat M. Rifki mengatakan, jamaah yang telah menunaikan ibadah haji memiliki peran untuk membawa pengalaman dan nilai positif dari Tanah Suci ke tengah keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Ia menyebut para jamaah yang telah pulang dapat menjadi duta haji yang memberikan pengalaman dan pemikiran positif terkait perjalanan ibadah kepada masyarakat di sekitarnya.
Di tengah masa tunggu keberangkatan haji Sumatera Barat yang disebut mencapai 26 tahun, keberadaan program Tabungan Haji Pelajar menjadi bagian dari upaya mempersiapkan masyarakat sejak dini.
Bagi Pemko Bukittinggi, langkah tersebut bukan sekadar membangun kebiasaan menabung, tetapi juga menanamkan kesadaran tentang perencanaan ibadah kepada generasi muda. Dari rekening yang dibuka sejak bangku sekolah, harapan menuju Baitullah mulai dipersiapkan jauh sebelum waktunya tiba.













