Ia menyayangkan tindakan Satpol PP Padang yang memperlakukannya seperti pelaku tindak kriminal.
“Kalau misalnya didata, silakan didata dengan cepat, jangan ditahan lama-lama seperti ini, seolah kami diperlakukan seperti orang yang berbuat kriminal,” lanjutnya.
Mendengar keterangan Reza itu, SumbarKita mendatangi Kantor Satpol PP Padang untuk menemui Reza dan beberapa orang yang diamankan petugas.
Salah seorang petugas menyebut Reza dan rekannya yang diamankan baru bisa keluar dari Kantor Satpol PP pukul 20.00 WIB.
“Yang bersangkutan baru bisa keluar pada pukul 20.00 nanti,” ucap seorang anggota Satpol PP.
Tak puas dengan jawaban petugas itu, Reza meradang. Ia menyodorkan resep obat untuk anaknya sebagai bukti bahwa ia harus segera keluar dan mencarikan obat untuk buah hatinya.
“Apa mau tanggung jawab kalau anak saya tambah sakit nanti!” bentak Reza kepada petugas.
Anggota Satpol PP itu kemudian menunjukkan resep obat tersebut kepada rekan petugas yang lain.
Tak berselang lama, Reza diizinkan meninggalkan kantor Satpol PP.
Menanggapi kejadian yang dialaminya, Reza menyebut anggota Satpol PP dalam menjalankan tugas seakan mengabaikan nilai kemanusiaan.
“Sudah dari tadi saya tunjukkan kepada anggota yang menangkap saya di Jalan Khatib Sulaiman, jangan tangkap saya, anak saya butuh obat. Tapi saya tetap ditangkap, katanya nanti akan dibantu, tapi ternyata omong doang, tidak dia sampaikan ke atasannya,” ujar Reza.
Ia kesal karena harus menunggu lama di kantor Satpol PP sebelum akhirnya dibolehkan pergi.
Lebih lanjut, ia merasa tindakan Satpol PP terhadap dirinya dan rekan-rekannya sama sekali bukan solusi terhadap permasalahan sosial di Kota Padang. (*)
Editor: RF Asril