Sumbarkita – Lahan pertanian warga di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terancam gagal panen setelah abu vulkanik akibat erupsi Gunung Marapi menyelimuti ladang warga pada Sabtu (26/9/2026) malam.
Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, mengatakan sebaran abu vulkanik mulai dirasakan warga sejak erupsi Gunung Marapi sekitar pukul 21.40 WIB. Abu kemudian terus menyelimuti kawasan permukiman dan lahan pertanian hingga Minggu (27/9/2026) pagi.
Menurut Firdaus, lapisan abu yang menempel pada dedaunan membuat sejumlah tanaman hortikultura warga mengalami kerusakan.
“Tanaman warga saat ini diselimuti lapisan abu yang sangat tebal. Jika hujan tidak segera turun untuk membersihkannya, potensi gagal panen sangat tinggi,” kata Firdaus kepada Sumbarkita.
Ia menyebut tanaman cabai, tomat, dan kubis menjadi sejumlah komoditas yang terdampak. Abu yang menutupi permukaan tanaman dikhawatirkan menyebabkan tanaman mati dan mengancam hasil panen petani.
“Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari hasil berladang. Kondisi abu tebal ini mengancam mata pencaharian mereka untuk beberapa bulan ke depan,” ujarnya.
Selain berdampak pada pertanian, sebaran abu vulkanik juga mengganggu aktivitas warga. Jarak pandang di sejumlah ruas jalan disebut berkurang sehingga mobilitas kendaraan di sekitar lereng Gunung Marapi sempat melambat.
“Dampak erupsi ini juga memperlambat mobilitas warga di sekitar lereng gunung. Jarak pandang bagi pengemudi mobil dan sepeda motor berkurang drastis, sehingga arus lalu lintas sempat melambat demi menghindari risiko kecelakaan,” jelas Firdaus.













