SUMBARKITA.ID – Kesadaran anak muda Sumatera Barat untuk melek bursa saham ternyata terbilang tinggi. Dari 127.985 investor saham yang ada di Sumatera Barat, jumlah terbanyak berasal dari golongan anak muda dengan rentang usia 18-25 tahun.
Dalam data Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Barat hingga Juni 2022, investor asal Sumbar dengan komposisi rentang usia 18-25 tahun sebanyak 25.473 orang. Kemudian usia 26-30 tahun sebanyak 14.584 orang. Usia 31-40 tahun sebanyak 10.784 orang. Lalu di rentang usia 41 tahun ke atas sebanyak 6.372 orang.
Sementara berdasarkan pekerjaan berasal dari pegawai swasta sebanyak 18.382 orang, pegawai negeri 3.716 orang, ibu rumah tangga 2.119 orang, pengusaha 7.619 orang, pelajar 17.641 orang, TNI/Polisi 177 orang, pensiunan 329 orang, guru 620 orang dan lainnya 6.741 orang.
Dilihat berdasarkan sebaran kota Investor terbanyak berasal dari Kota Padang sebanyak 42.688 Single Investor Identification (SID). Kemudian disusul dari Kabupaten Agam sebanyak 10.642 SID, Kemudian Kabupaten Tanah Datar sebanyak 8.503 SID dan Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 7.657 SID.
Dari jumlah 127.985 investor saham tersebut, nilai transaksi dalam semester pertama tahun 2022 ini mencapai Rp 8,8 Triliun. Angka transaksi ini meningkat dari semester sebelumnya yang berada di angka Rp 8,3 Triliun.
Meningkatnya nilai transaksi ini karena bertambahnya investor saham sebanyak 21.457 investor baru dalam rentang waktu Januari hingga Juni 2022 ini.
kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumbar, Early Saputra menilai meningkatnya jumlah investor saham di Sumatera Barat ini tidak terlepas dari edukasi yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga dukungan dari pemerintah yang membuat produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan anak muda dan sesuai dengan perkembangan zaman.
“Ketika pasar semakin baik, pengawasan ketat maka orang akan semakin percaya bursa akan semakin antusias. Ditambah lagi dengan dukungan oleh keberadaan 10 sekuritas dan 17 gerai BEI yang tersebar di Perguruan Tinggi hingga SMA,” katanya. (*)
Editor : Hajrafiv Satya Nugraha