Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi menjadikan bidang kesehatan sebagai salah satu program prioritas yakni dengan merealisasikan anggaran sebanyak Rp10 miliar untuk membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu.
“Kepedulian Pemkot di bidang kesehatan jadi salah satu program prioritas. Salah satu upaya dilakukan dengan membantu warga dalam membayar iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” kata Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, dikutip Senin (8/1).
Hal itu bertujuan untuk meringankan beban masyarakat untuk mendapatkan hak pelayanan kesehatan.
Ia menyebut saat ini 134.412 warga Bukittinggi, sudah memiliki jaminan kesehatan nasional. Dari jumlah itu, 25.685 iuran kepesertaannya dibayarkan Pemkot Bukittinggi dengan anggaran Rp10 miliar lebih, melalui program Bukittinggi Hebat dan Jaminan Kesehatan Sumbar Sakato.
“Ini membuktikan bahwa cakupan pelayanan kesehatan di Bukittinggi terus meningkat, bahkan tertinggi dan terbaik di Sumatra Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebanyak 97,08 persen warga Kota Bukittinggi sudah terdaftar sebagai peserta JKN pada BPJS Kesehatan.
“Sejak awal 2023, tercatat 95 persen warga Bukittinggi sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Hingga akhir 2023, terus terjadi peningkatan, sehingga 97,08 warga Bukittinggi sudah menjadi peserta JKN,” imbuhnya.