Sumbarkita – Pascabencana banjir bandang yang menelan puluhan korban jiwa, pemerintah berencana akan membangun Sabo Dam di sejumlah aliran sungai yang bermuara di Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat.
Pemerintah Pusat akan membangun 56 Sabo Dam di aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi sebagai salah satu langkah mitigasi bencana. Pembangunan segera dimulai pada tahun ini.
“Untuk penanganan banjir lahar dingin sudah dihitung Kementerian PU. Dibutuhkan 56 sabo dam, sementara yang ada baru dua. Sehingga, diperlukan banyak tambahan lagi,” kata Presiden Jokowi saat meninjau kerusakan dampak bencana banjir lahar dingin di Bukik Batabuah, Agam, beberapa waktu lalu, dikutip melalui Kompascom, Jumat (7/6).
Presiden Jokowi memerintah agar Kementerian PUPR segera membangun sabo dam di beberapa titik yang krusial.
“Saya perintahkan tahun ini harus dimulai, terutama di tempat-tempat yang penting, ada enam titik yang harus segera dimulai. Saya sudah minta Dirjen terkait di Kementerian PU,” imbuh dia.
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, M Dian Al Maruf menyebut, pembangunan sabo dam akan dilaksanakan dalam masa tiga tahun.
“Dari 56 Sabo Dam, 40 di antaranya berada di Tanah Datar karena memang banyak hulu sungai di wilayah ini, dan untuk tahun 2024 akan mulai dibangun enam sampai delapan Sabo Dam yang disesuaikan hasil investigasi tim di lapangan, sisanya akan dilakukan di tahun 2025 dan 2026,” katanya.
Diketahui, dam sabo, adalah jenis bendungan yang dirancang khusus untuk mengendalikan aliran sedimen atau material padat lainnya di sungai atau aliran air. Istilah “sabo” berasal dari bahasa Jepang, yang berarti “pengendalian sedimen”.