Pesisir Selatan – Harga beras di Kabupaten Pesisir Selatan terus merangkak naik sejak Juni 2023. Beras varietas PB 42, Anak Daro dan Bujang Marantau dari Rp12.000 per kilogram kini menjadi Rp14.500 per kilogram, naik di atas 10 persen.
Begitu juga untuk varietas beras Solok dan Cisokan Kubang (beras premium) yang kini sudah menyentuh angka Rp16.500 per kilogram dari yang awalnya hanya Rp14.500 per kilogram, naik sekitar tujuh persen.
Laju kanaikan harga beras bahkan telah melampaui HET. Sementara harga gabah kering panen atau di tingkat petani hanya naik sebesar 2,06 persen, sehingga menjadi tidak seimbang.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Pesisir Selatan, Eri Nofriadi menyampaikan, lonjakan harga beras belum berdampak positif terhadap kesejahteraan petani di daerah itu.
Kenaikan harga beras cenderung lebih dinikmati pedagang. Mereka cenderung tidak terpengaruh anomali harga, karena hanya bermain di selisih pembelian dan penjualan.
Kondisi itu, menurutnya akibat nilai yang diterima petani, khususnya di sub-sektor tanaman pangan lebih rendah dari yang dibayarkan. Artinya pendapatan dari hasil produksi yang mereka dapat jauh lebih kecil dari biaya kebutuhan hidup, maupun modal tanam.
“Harga pupuk subsidi misalnya yang jauh di atas HET. Sementara harga gabah di tingkat petani hanya naik tipis,” ujarnya di Painan, Kamis (7/9/2023).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, indeks Nilai Tukar Usaha Pertanian (NUTP) untuk sub-sektor tanaman pangan periode Agustus hanya 97,11 atau terendah dari sub-sektor lainnya. Sementara untuk sub-sektor hortikultura mencapai 106,81, sub-sektor peternakan 113,57, sub-sektor perikanan 100,00 dan yang tinggi adalah sub-sektor tanaman perkebunan 124,35.