“Dua tokoh itu sangat potensial dan salah satu sudah teruji sehingga menjabat menjadi Bupati, yaitu Suhatri Bur. Namun John Kenedy Azis juga tidak bisa dianggap remeh, ia juga potensial dan sudah paham terkait pemerintahan. John Kenedy sudah ‘masak’ di Senayan, ia dua periode di DPR RI,” ungkap Alwis Ilyas, Selasa (7/5/2024).
Kendatipun demikian, ujar Alwis, dalam hal menilai perlu diketahui bahwa jika salah satu di antara tokoh itu ada kelebihannya dan ada juga kekurangannya.
“Dari sini kita belajar, ibarat sebuah kendaraan, jika kendaraan A dinilai bagus bukan berarti kendaraan B jelek, dan juga tidak berarti A tidak memiliki kejelekan. Mereka punya kelebihan masing-masing,” imbuh Alwis.
Alwis juga mengulas, dalam perpolitikan ‘arah kompas’ musti konsisten kendatipun sewaktu-waktu tujuan akan mengubah setiap pilihan.
“Hematnya begini, jika partai pengusung atau partai dari dua tokoh itu menghendaki Suhatri Bur dan John Kenedy Azis berdampingan tidak menjadi rival lagi, apa boleh buat. Mereka berdua tidak ada lawan untuk Padang Pariaman,” tuturnya.