SUMMBARKITA.ID – Wilayah Sumatera Barat tengah memasuki periode Pancaroba. Masyarakat diminta untuk meningkatkan imun dan daya tahan tubuh. Periode ini disebut sangat rentan dengan penyakit yang disebabkan oleh cuaca.
Dari rilis yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, hampir diseluruh wilayah Sumatera Barat tengah memasuki peralihan musim hujan ke musim kemarau.
“Kami minta kepada masyarakat untuk waspada dengan kondisi cuaca saat ini. Sumatera Barat tengah memasuki peralihan musim. Sewaktu-waktu ada hujan lebat disertai petir, tetapi ada juga cuaca sangat panas terik. Ini sangat rentan pada daya tahan tubuh,” ucap Kepala BMKG BIM Padang Pariaman, Sakimin dalam keterangan resminya, Rabu (6/7/2022).
Disampaikannya, untuk wilayah Sumatera Barat bagian timur sudah memasuki massa kemarau. Hal ini bisa dilihat dari beberapa ramalan cuaca yang sudah dikeluarkan oleh BMKG untuk hari Kamis (7/7/2022) dan Jumat (8/7/2022).
Selama dua hari tersebut, seluruh wilayah Sumatera Barat cuacanya cerah berawan dengan kecepatan angin 6-20 kilometer perjam.
“Sebagian pantai barat Sumatra Barat masih pancaroba, namun bagian timur wilayah Sumbar sudah akan memasuki musim kemarau,” katanya.
Ia juga meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa namun harap meningkatkan imun tubuh dengan memasukinya musim kemarau.Termasuk juga potensi ancaman kebakaran hutan.
“Tentu akan rentan pada daya tahan tubuh manusia. Jadi, jaga kesehatan. Disamping itu potensi kebakaran hutan otomatis akan muncul pada musim kemarau nantinya,” katanya.
Kemudian dia meminta masyarakat untuk tetap update informasi Cuaca yang di keluarkan oleh BMKG dan disebarkan melalui stakeholder terkait dan kanal media sosial yang tersedia.
“Kami ingatkan kepada masyarakat agar senantiasa untuk melihat informasi cuaca terbaru yang telah kami keluarkan,” tutupnya. (*)
Editor : Hajrafiv Satya Nugraha