PARIAMAN, SUMBARKITA – Dari 162 lulusan angkatan pertama Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Pariaman, baru 92 di antaranya yang langsung diterima bekerja di industri.
Hal itu menurut Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP) I Nyoman Radiarta disebabkan Politeknik KP belum memiliki standarisasi atau pembakuan teknis.
“Belum semua satuan pendidikan di bawah KKP yang memiliki standarisasi. Seluruh satuan pendidikan itu ada sebanyak 21,” ungkapnya saat mewisuda angkatan pertama lulusan Poltek KP Pariaman, Sabtu (27/8/2022).
Sebab demikian, KKP melakukan transformasi satuan pendidikan agar lulusan Politeknik KP dapat langsung bekerja. Salah satu formula yang tengah dilakukan, kata dia, lewat pembentukan Ocean Institute of Indonesia (OII).
“Pembentukan OII ini untuk meningkatkan standardisasi mutu pendidikan, meningkatkan kesempatan kerja yang luas bagi lulusan sektor kelautan dan perikanan, dan juga untuk pengelolaan kelembagaan yang efisien,” jelasnya.
Dikatakannya juga, jika seluruh lulusan dari 21 satuan pendidikan Politeknik KP yang rata-rata meluluskan 100 orang maka akan berdampak juga terhadap jumlah produktivitas masyarakat.
“Saya berharap dengan adanya formulasi baru tersebut dapat meningkatkan mutu pendidikan kelautan dan perikanan di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Koordinator Politeknik KP Pariaman Harisjon membenarkan bahwa 92 dari 162 lulusan perdana Poltek KP langsung bisa bekerja.










