Padang Pariaman – Saat ini peredaran obat kadaluarsa di Sumatera Barat (Sumbar) terbilang cukup tinggi. Ratusan korban akibat minum obat kadaluarsa ditemukan di RSUP M. Jamil Padang dalam tahun ini.
Perihal itu diungkapkan oleh Ade Rezki Pratama saat memberikan edukasi kepada 200 warga di Padang Pariaman. Agenda itu digelar oleh BPOM Padang.
“Belakangan kami melakukan kunjungan ke RSUP M. Jamil Padang dan melihat kondisi korban akibat obat kadaluarsa,” ungkap Ade Rezki Pratama, anggota Komisi lX DPR RI, Senin (4/9/2023).
Dikatakannya, korban obat kadaluarsa yang ditemui banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah.
“Mereka sebagian besar juga tinggal di pelosok-pelosok atau perkampungan. Dari tinjauan kasus yang kami dalami ternyata ada produsen obat yang tidak bertanggung jawab dan mengeruk keuntungan dari menjual obat kadaluarsa,” ujar Rezki.
Menyoal itu, lanjutnya, BPOM Padang menggelar edukasi kepada ratusan warga di Poltek Pel Tiram, Ulakan Tapakis, Padang Pariaman.
“Kepada warga yang hadir diberikan pengetahuan atau informasi mengenai obat kadaluarsa. Dengan demikian dapat menekan jumlah korban,” kata Ade.
Selain menyuguhkan materi tentang obat kadaluarsa pihaknya juga memberikan edukasi terkait kosmetik.
“Nah tidak lupa kami juga berikan materi terkait penggunaan obat kuat. Dari beberapa kasus yang ditemukan obat kuat sangat berbahaya,” katanya.
Seperti tiga kasus yang ditemukan, lanjut Ade, korban terpaksa harus cuci darah akibat fungsi ginjal bermasalah.
“Ginjal korban tidak berfungsi lagi sehingga harus cuci darah. Ini akibat mengkonsumsi obat kuat,” katanya. ***













