Sumbarkita — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman, Yudesri, merespons kabar pengusiran puluhan penghuni rumah singgah Pasaman dan Pasaman Barat di Kota Padang yang diduga dilakukan oleh sekelompok preman. Yudesri menyatakan pihaknya masih menelusuri informasi awal yang diperoleh dari pemberitaan media.
“Saya masih mendengar dari berita media. Jadi besok saya akan ke lokasi memastikan apa penyebab masalah tersebut,” katanya kepada Sumbarkita, Rabu (7/1/2026).
Yudesri menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pasaman tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah memastikan kronologi kejadian dan pihak-pihak yang terlibat.
“Saya akan pastikan dulu penyebab masalah tersebut. Nanti baru bisa kita mencarikan solusinya,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan pasien beserta pendamping yang menginap di sebuah rumah singgah di kawasan Jalan Haji Abdullah Ahmad Nomor 2, Kecamatan Padang Timur, Padang, diusir paksa oleh sekelompok preman pada Sabtu (3/1/2026) sore. Peristiwa itu kembali berlanjut pada Minggu (4/1/2026) siang.
Pengelola rumah singgah, Ikhwan, mengatakan rumah singgah itu telah beroperasi lebih dari dua tahun dan dikontrak oleh seseorang dari Pasaman Barat untuk membantu pasien asal Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat yang menjalani pengobatan di Kota Padang, terutama di Rumah Sakit M. Djamil.
Ia menyebut pengusiran dilakukan secara paksa dengan nada keras hingga menyebabkan sejumlah pasien mengalami trauma. Bahkan terdapat pasien dengan kondisi sakit parah yang dilaporkan sempat tidak sadarkan diri akibat tekanan psikologis saat peristiwa terjadi.
“Penghuni dibentak-bentak, diminta segera mengosongkan rumah. Ada pasien yang sakit parah sampai trauma dan tidak sadarkan diri,” katanya kepada Sumbarkita, Rabu (7/1/2026).












