Sumbarkita — Harapan warga untuk melihat langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Padang Pariaman berujung kekecewaan. Kunjungan kerja Presiden yang sebelumnya santer dikabarkan akan meninjau lokasi hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang ternyata batal.
Sejumlah warga di Kecamatan Lubuk Alung dan Kecamatan 2×11 Kayu Tanam mengaku bersiap menyambut kedatangan presiden sejak Jumat (12/12) malam. Informasi yang beredar menyebutkan Prabowo akan mendarat menggunakan helikopter di Lapangan Sungai Abang, Lubuk Alung, sebelum meninjau kawasan terdampak banjir bandang. Namun, hingga Sabtu (13/12) siang, sosok yang ditunggu tak kunjung datang. Warga pun mulai mempertanyakan kebenaran informasi tersebut dan merasa seolah-olah “di-prank” oleh kabar yang terlanjur menyebar luas.
“Dari kemarin kami dengar Presiden mau datang. Katanya mau lihat langsung huntara. Kami senang, bangga, berharap bisa lihat langsung. Tapi, sampai siang tidak ada apa-apa. Rasanya seperti di-prank,” ujar Yudi (42), warga Pasia Laweh, Lubuk Alung,
Hal senada disampaikan Reni (35), warga Anduriang, Kayu Tanam. Ia mengatakan bahwa banyak warga sengaja datang ke lokasi sejak pagi, bahkan membawa anak-anak mereka.
“Orang-orang sudah ramai ke lapangan. Anak-anak ikut, warga ikut. Kami pikir benar presiden datang, tapi ternyata batal tanpa ada penjelasan kepada warga. Kecewa pasti ada,” katanya.
Kabar batalnya kunjungan itu pun dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut. Sejumlah warga memilih pulang dengan perasaan campur aduk antara kecewa dan bingung, terlebih karena kunjungan presiden disebut-sebut sebagai bentuk perhatian langsung terhadap korban banjir bandang Padang Pariaman.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Polres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, membenarkan bahwa kunjungan presiden ke Padang Pariaman batal.
“Benar, kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya dijadwalkan ke Pariaman dan Padang Pariaman untuk meninjau lokasi Huntara dinyatakan batal,” ujar Faisol.














