Sumbarkita — Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghadiri Festival Marandang di depan Perumahan DMJ RT 01 RW 01, Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (16/11).
Fadly menyampaikan bahwa kegiatan itu sejalan dengan semangat Program Jelajah Padang, untuk menjadikan kota semakin dicintai masyarakat dan menarik lebih banyak pengunjung.
“Marandang ini sangat spesifik dan bernilai budaya tinggi. Ada generasi muda, ada orang tua yang memasak rendang bersama. Kita ingin tradisi ini tetap terjaga. Untuk itu saya mendorong agar kegiatan diadakan nanti di tingkat kota,” ujar Fadly Amran didampingi Camat Lubuk Begalung, Nofiandi Amir.
Fadly menambahkan bahwa Festival Marandang turut mendukung upaya Pemerintah Kota Padang menjadikan Padang sebagai The City of Gastronomy. Ia menyebut bahwa saat ini Indonesia baru memiliki lima kota kreatif dunia, dan Padang memiliki peluang menjadi kota gastronomi yang diakui UNESCO karena kekayaan kulinernya.
“Rendang telah ditetapkan sebagai makanan terenak di dunia. Kami berharap para ahli dapat mendokumentasikan kekayaan rendang dalam bentuk buku, mulai dari proses memasak 4 hingga 5 jam, nilai gastronominya, hingga akulturasi budaya dalam komposisi bumbunya,” ucapnya.
Anggota DPRD Kota Padang, Yendril, menyampaikan, festival itu merupakan bagian dari pokok-pokok pikirannya untuk mendorong pemberdayaan masyarakat. Ia menjelasakn bahwa festival itu digelar untuk mewariskan tradisi marandang sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Padang menjadikan Padang sebagai The City of Gastronomy.
“Rendang bukan sekadar makanan, tetapi warisan budaya yang menyatukan masyarakat. Melalui festival ini, kami ingin mendorong generasi muda untuk memahami filosofi randang dan menjaga tradisi memasak bersama yang sudah diwariskan turun-temurun,” tutur Yendril.
Pada kesempatan itu juga diumumkan pemenang Lomba Marandang antar-RW se-Kelurahan Tanjung Saba Pitameh. RW 05 juara I, RW 02 juara II, RW 04 juara III, RW 03 harapan I, dan RW 01 harapan II.












