Sumbarkita — Wakil Ketua Komisi II DPRD Padang, Miswar Jambak, mendesak pemerintah kota menuntaskan krisis air bersih yang kini melanda sejumlah wilayah di Padang.
Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang membahas krisis air bersih dan ancaman kekeringan, Kamis (22/1/2026). Ia menegaskan pemerintah kota tidak boleh terjebak pada jadwal teknis yang kaku, karena kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih tidak dapat ditunda.
“Menuntaskan krisis air bersih ini perlu dijabarkan secara detail, mulai berapa bulan atau berapa hari pengerjaannya. Masyarakat tidak bisa menunda kebutuhan air. Kita harus berkoordinasi dengan cepat,” ujarnya.
Miswar menambahkan, masih banyak warga yang mengandalkan sumur tradisional kini berada dalam kondisi kritis akibat menyusutnya air tanah hingga ke bawah permukaan sumur. Ia juga menekankan agar kendala kelengkapan dokumen administrasi tidak menjadi penghambat aksi nyata di lapangan.
Ia mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat melalui gerakan gotong royong, untuk bahu-membahu memastikan air sampai ke rumah warga secepatnya.
“Dalam kondisi musibah seperti ini, aturan harus dijalankan dengan fleksibel demi percepatan. Saya meminta agar aliran air ini segera sampai ke masyarakat,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Miswar menawarkan ide inovatif berbasis kearifan lokal untuk mempercepat distribusi air ke lahan pertanian, terutama di kawasan terdampak seperti Kecamatan Pauh, Koto Lalang, dan Lubuk Kilangan, dengan metode pembendungan sungai secara manual menggunakan alat berat.
“Kita bisa membuat bendungan dengan menggunakan ekskavator atau membendung air secara manual, memakai susunan batu yang dilapisi plastik agar air tertahan, kemudian dialirkan ke saluran warga,” usulnya.
Meski mengakui metode ini tidak lazim dalam teknik modern, Miswar menilai dalam situasi darurat, pemerintah harus berani melakukan terobosan.
“Ini cara tradisional yang biasa kami lakukan di kampung. Mungkin tidak lazim, tetapi bisa menjadi solusi cepat sementara. Kita harus bisa menciptakan sejarah dengan bekerja secepat mungkin menggunakan anggaran dana darurat,” imbuhnya.














