SUMBARKITA – Masyarakat dan Pemerintah lima nagari di Kecamatan Payakumbuh dan Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota menandatangani petisi menolak rencana trase tol yang melewati lima nagari tersebut.
Menurut Ezi Fitriana, Ketua Forum Masyarakat Terdampak Tol (Format), kegiatan penandatanganan petisi ini rencananya akan kembali dilakukan dalam beberapa waktu ke depan.
“Petisi nantinya akan tetap lanjut berjalan,” ungkapnya ketika dihubungi Sumbarkita, Rabu (31/8/2022).
Baca Juga : Belah Permukiman Padat Penduduk, Masyarakat Limapuluh Kota Desak Pembangunan Trase Tol Dialihkan
Ezi mengungkapkan, meski penandatanganan petisi yang dilakukan pada Selasa (30/8/2022) kemarin melibatkan 5 wali nagari dan banyak warga, tapi belum semua warga yang menolak trase tol ikut terlibat.
“Masih ada yang belum terlibat, misalnya masyarakat kita yang sudah tua,” sebutnya.
Selain itu, alasan untuk kembali mengadakan penandatanganan petisi ke depannya karena melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam menyuarakan aspirasinya.
Baca Juga : Desak Trase Tol Dialihkan, Warga Limapuluh Kota Khawatir Pembangunan Rusak Lahan Produktif
Diketahui, penandatanganan petisi tersebut turut dihadiri perwakilan LSM FoE (Friends of Earth) yang berbasis di Jepang.
“Setelah petisi ini, kita akan tunjukkan ke JICA, FoE akan bawa langsung surat ini ke JICA,” sebut Ezi.
Sebagai informasi, JICA adalah pihak yang memberikan pinjaman dana pembangunan terowongan tol Padang-Pekanbaru. (*)
Editor : Putra Erditama














