Sumbarkita – Sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi mengalami pergeseran. Tiga pejabat pimpinan tinggi pratama mendapat penugasan baru dalam pelantikan 28 pejabat yang dilakukan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Kamis (10/9/2026).
Pelantikan berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi. Selain tiga pejabat pimpinan tinggi pratama, terdapat 11 pejabat administrator, 13 pejabat pengawas, dan satu pejabat fungsional yang turut dilantik.
Tiga pejabat eselon II yang bergeser yakni Efriadi, yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, kini dipercaya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah.
Kemudian Elqadri yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja bergeser menjadi Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
Sementara Robby Novaldi, yang sebelumnya memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, kini menempati posisi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan perubahan penugasan tersebut merupakan bagian dari manajemen kepegawaian yang harus dijalankan secara profesional dan objektif. Proses pengisian jabatan, menurutnya, dilakukan berdasarkan sistem merit dan ketentuan yang berlaku.
Ramlan menyebut pelantikan tersebut merupakan hasil uji kompetensi yang telah melalui prosedur sesuai ketentuan serta mendapat persetujuan Badan Kepegawaian Negara.
Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan posisi dan pelantikan pejabat tidak berhenti pada pergantian nama dalam struktur organisasi. Setiap pejabat memiliki tanggung jawab untuk memastikan roda pemerintahan berjalan dan kebijakan dapat diterjemahkan menjadi program yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan kepada pimpinan dan masyarakat,” ungkap Ramlan.
Menurutnya, pejabat memiliki posisi penting dalam menggerakkan organisasi pemerintahan. Mereka dituntut mampu menerjemahkan kebijakan pimpinan ke dalam program dan kegiatan, sekaligus memastikan pelaksanaannya berjalan efektif, efisien dan akuntabel.
Ramlan meminta pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tugas dan lingkungan kerja masing-masing. Kerja sama antarpimpinan organisasi perangkat daerah juga dinilai penting agar tidak terjadi sekat dalam menjalankan program pemerintahan.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin, etika dan integritas dalam menjalankan jabatan. Seluruh aparatur Pemko Bukittinggi diminta bekerja dengan semangat pengabdian serta tetap berpegang pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Jadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama,” pesannya.
Dengan perubahan penugasan tersebut, Pemko Bukittinggi berharap jajaran pejabat yang baru dapat segera bekerja dan memperkuat koordinasi di lingkungan pemerintahan. Pergeseran jabatan diharapkan tidak sekadar mengubah struktur, tetapi ikut mendorong peningkatan kinerja pelayanan dan pelaksanaan program pemerintah daerah.














