Di depan majelis, korban juga mengaku selama 1 bulan, dia berkali-kali berhubungan sodomi dengan pelaku.
“Mereka berdua pun sering bepergian keluar daerah seperti ke Padang dan daerah lainnya berdua saja,” ungkapnya.
Dari penuturan korban, diketahui juga bahwa perbuatan sodomi itu mereka lakukan di berbagai tempat mulai dari rumah pelaku, kamar di ruangan musyawarah dan lantai 3.
“Ustad lainnya tidak menaruh curiga terhadap gerak-gerik mereka berdua karena diketahui RA ini sangat sering minta pijit ke yang lainnya juga, jadi sudah menjadi hal biasa,” kata wali.
Diungkapkan juga, berdasarkan pengakuan korban, saat RA menjalankan aksinya pelaku kedua inisial AA berperan untuk menjaga pintu atau melihat orang lain agar tidak ketahuan.
Menyoal itu semua pihak yayasan ponpes MTI Canduang saat diminta keterangan oleh Sumbarkita terkait pria simpanan RA, belum memberikan keterangan pasti.













