SUMBARKITA.ID — Sekelompok warga yang mengatasnamakan masyarakat Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menggelar aksi damai di Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar), Senin (7/8/2023). Unjuk rasa ini merupakan aksi tandingan atas demo yang dilakukan oleh Aliansi Pemuda Pasaman Barat beberapa hari lalu.
Koordinator Aksi, Arsalan mengatakan, mereka melakukan aksi ini karena merasa prihatin akan kasus yang menyeret Bupati Pasbar, Hamsuardi terkait lelang kebun Tanah Kas Daerah (TKD) yang saat ini tengah ditangani Kejati Sumbar.
“Makanya kami bersama 150 orang warga lainnya melakukan aksi. Kita meminta kepada Kejati Sumbar untuk bersikap netral dalam melaksanakan pemeriksaan terhadap saksi,” kata Arsalan kepada Sumbarkita, Senin (7/8/2023) malam.
Arsalan melanjutkan, pihaknya juga meminta Kejati Sumbar untuk bersikap adil dalam mengambil keputusan untuk Kabupaten Pasaman Barat.
“Kita selaku masyarakat sangat prihatin akan kasus yang tengah bergulir ini. Kalau memang bupati itu salah, silakan tindak sesuai aturan yang berlaku. Namun perlu juga dipertimbangkan kalau beliau itu seorang kepala daerah, bagaimana nantinya daerah ini ke depannya,” ujarnya.
Ia juga meminta Kejati Sumbar tidak diintervensi oleh pihak manapun dalam hal penanganan perkara ini.
Arsalan juga menyampaikan, ketidakhadiran bupati saat jadwal pemeriksaan pada Rabu (2/8/2023) bukan karena mangkir, melainkan karena menjalankan tugas ke Jakarta.
“Kita membaca di media bahwa bupati mangkir, itu menurut kami adalah bahasa yang dipolitisir. Makanya perlu kami luruskan bahwa dalam hal ini perlu ketegasan sesuai aturan,” pungkasnya.
Sebelumya, puluhan massa Aliansi Pemuda Pasaman Barat mendatangi kantor Kejati Sumbar pada Kamis (3/8/2023).











