Sumbarkita – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Indonesia Padang resmi membuka Program Studi (Prodi) S1 Informatika Kesehatan atau Informatika Medis pada tahun akademik 2026. Pembukaan program studi baru itu menjadi langkah strategis kampus dalam menjawab kebutuhan tenaga ahli di bidang digitalisasi layanan kesehatan sekaligus mempersiapkan transformasi menjadi universitas pada tahun depan.
Wakil Ketua II STIKES Indonesia Padang, Armein Lusi Zeswita, mengatakan kebutuhan terhadap lulusan Informatika Medis terus meningkat seiring berkembangnya sistem digital di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kami membuka Prodi Informatika Medis ini berdasarkan analisis SWOT yang matang untuk mencetak lulusan yang ahli dalam programming, pengelolaan sistem digital rumah sakit, manajemen fasilitas kesehatan, hingga digitalisasi data obat-obatan,” kata Armein, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, lulusan program studi tersebut memiliki prospek kerja yang luas karena dibutuhkan dalam pengembangan sistem informasi kesehatan, pengelolaan data medis, hingga transformasi digital di berbagai fasilitas kesehatan.
Selain membuka Prodi Informatika Medis, STIKES Indonesia Padang juga menawarkan empat program studi unggulan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Program S1 Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, misalnya, dikembangkan dengan keunggulan pada bidang tanggap darurat bencana. Armein menyebutkan lulusan program ini telah banyak bekerja di berbagai institusi kesehatan, termasuk di luar negeri seperti Jepang.
Sementara itu, Program Studi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi salah satu program favorit karena memiliki tingkat penyerapan lulusan yang tinggi.
Ia menjelaskan, lulusan laki-laki dari Prodi K3 banyak bekerja di sektor industri besar, pertambangan, serta minyak dan gas di Kalimantan maupun Papua. Adapun lulusan perempuan lebih banyak berkarier di rumah sakit, klinik, dan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.














