Untuk mengantisipasi berbagai persoalan itu, Lapas Pariaman kini memperkuat program pembinaan dan rehabilitasi.
“Program yang kami jalankan meliputi kegiatan rehabilitasi, olahraga, kegiatan produktif, dan pengawasan ketat terhadap barang titipan maupun pengunjung agar tidak muncul peredaran barang terlarang di dalam,” ujar Rezky.
Ia menegaskan, tujuan pembinaan bukan hanya membuat narapidana menjalani hukuman, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan mental positif.
“Kami ingin agar mereka tidak sekadar bebas, tetapi juga siap dengan perubahan nyata dan memiliki bekal kehidupan yang layak,” tutupnya.














