Syafran juga menceritakan kondisi anaknya usai dianiaya. Menurutnya, wajah Habib berdarah-darah, bibir atas dan bawah pecah, satu gigi copot dan dua gigi goyah. Syafran mengaku tak mengetahui penyebab pengeroyokan tersebut.
Sementara itu kakak korban, Nopi, mengaku menyaksikan peristiwa penganiayaan itu. Nopi mengatakan Habib tidak bisa melakukan perlawanan maupun lari saat dipukuli karena dipegang oleh pelaku.
“Banyak orang memukul adik saya, yang jelas 4 orang. Sampai-sampai Satpol PP yang waktu itu ada di sana tidak bisa melerai hingga akhinya Habib pingsan karena dipukul,” jelas Nopi.
Keluarga korban berharap polisi segera mengambil tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kapolres Pasaman AKBP Yudho Huntoro ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut secepatnya.













