Sumbarkita – Hujan deras yang mengguyur Pasaman Barat beberapa hari terakhir menyebabkan semua kecamatan di daerah tersebut terdampak banjir dan longsor yang terjadi pada Selasa (25/11/2025). Data sementara BPBD mencatat sebanyak 541 rumah dan 695 kepala keluarga (KK) terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Afrizal, mengatakan delapan kecamatan mengalami dampak banjir dan longsor dengan tingkat keparahan berbeda.
“Kecamatan Sasak Ranah Pasisia menjadi wilayah dengan jumlah rumah dan warga terdampak terbanyak. Semua daerah telah dilakukan proses penanganan. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada korban jiwa,” katanya saat dikonfirmasi Sumbarkita.
Menurut Afrizal, ketinggian banjir di sejumlah lokasi bervariasi, mulai dari 1 hingga 1,5 meter, sehingga sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Ia menjelaskan bahwa BPBD telah menyalurkan kebutuhan logistik dasar untuk warga terdampak. Meski begitu, masih terdapat kebutuhan mendesak di lapangan.
“Beberapa kebutuhan yang sangat dibutuhkan saat ini yaitu perahu karet, pangan, pakaian, selimut, family kit, serta obat-obatan,” ujarnya.
Afrizal menyebutkan bahwa pihaknya belum dapat menyampaikan total kerugian akibat bencana tersebut.
“Untuk kerugian belum kita totalkan, karena masih dalam tahap pendataan,” katanya.














