Sumbarkita – Di tengah puing dan sisa banjir bandang, sejumlah siswa Sekolah Dasar di Sungai Buluah, Batang Anai, Padang Pariaman, tetap mengikuti ujian semester di tenda darurat. Ruang kelas mereka rusak parah akibat banjir dan longsor, namun semangat belajar anak-anak itu tidak ikut hanyut.
Pemandangan tersebut terlihat di SDN 05 Sungai Buluah Timur, Senin (8/12/2025). Bangunan sekolah yang rusak berat membuat kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilakukan di dalam kelas. Sebagai gantinya, para siswa mengikuti ujian di tenda darurat.
Di bawah tenda sederhana, anak-anak duduk rapi mengerjakan soal ujian. Tanpa bangku kelas layak dan fasilitas belajar yang memadai, mereka tetap berusaha fokus menyelesaikan tugas sekolahnya.
Kondisi ini mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, yang melakukan peninjauan ke lokasi sekolah terdampak. Ia menyebut, SDN 05 Sungai Buluah Timur memang belum bisa digunakan sama sekali akibat kerusakan parah.
“Kondisi sekolah ini belum memungkinkan untuk dipakai, sehingga sementara anak-anak kita fasilitasi ujian di tenda. Yang terpenting, proses pendidikan tidak terhenti,” ujar Rahmat.
Berbeda dengan SDN 17 Sungai Buluah Barat, yang juga terdampak banjir. Setelah dilakukan pembersihan oleh petugas, ruang belajar di sekolah tersebut sudah dapat digunakan kembali, sehingga pelaksanaan ujian bisa berlangsung di dalam kelas.
Rahmat menyampaikan apresiasi terhadap keteguhan para siswa, guru, dan orang tua yang tetap menjaga keberlangsungan pendidikan meski berada dalam situasi sulit.
“Semangat anak-anak ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan harus terus berjalan, apa pun kondisinya,” katanya.
Ujian di tenda darurat ini menjadi gambaran nyata daya juang pendidikan di tengah bencana. Di saat akses terputus dan sekolah rusak, anak-anak Sungai Buluah tetap berusaha menatap masa depan melalui lembar soal di tangan mereka.












