Sumbarkita – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman belum menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) meski kabut asap menyelimuti wilayah tersebut. Hingga Rabu (16/9/2026), aktivitas belajar mengajar masih berlangsung secara tatap muka dengan siswa diwajibkan menggunakan masker.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman, Hendri, mengatakan kondisi kabut asap saat ini belum berada pada tingkat yang menimbulkan risiko besar terhadap aktivitas masyarakat.
Meski demikian, sekolah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap. Siswa diwajibkan menggunakan masker dan kegiatan di luar ruangan diminta untuk dikurangi selama kondisi kabut asap masih terjadi.
“Untuk saat ini belum ada risiko besar. Sekolah masih tetap berjalan seperti biasa, tetapi anak-anak wajib memakai masker dan aktivitas di luar ruangan dikurangi,” kata Hendri.
Menurut Hendri, penggunaan masker menjadi salah satu langkah antisipasi untuk mengurangi paparan asap, khususnya bagi siswa dan tenaga pendidik yang tetap beraktivitas di lingkungan sekolah.
Ia juga meminta sekolah tidak memperbanyak kegiatan di luar kelas. Proses pembelajaran, kata dia, tetap dapat dilaksanakan di dalam ruangan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan siswa.
Hendri menyebut pembelajaran tatap muka masih diperlukan karena siswa akan menghadapi ujian dalam waktu dekat. Karena itu, persiapan akademik tetap perlu dilakukan meski kondisi udara sedang terdampak kabut asap.
“Anak-anak sebentar lagi akan melakukan ujian. Jadi persiapan untuk itu harus matang. Pembelajaran tetap berjalan, namun kesehatan anak-anak juga harus menjadi perhatian,” ujarnya.










