Padang – Pasca banjir lahar dingin Gunung Marapi yang melanda Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, seluruh unsur turun untuk melakukan penanganan.
Adapun unsur-unsur yang terlibat dalam penanganan pasca banjir lahar dingin yakni TNI, Polri, Dinas PUTR Agam, PolPP dan Damkar Agam, Dinas Kesehatan Agam, Dinas Perhubungan Agam, Basarnas, Pemerintah Kecamatan dan Nagari, serta berbagai organisasi masyarakat seperti PMI Agam, KSB, BAZNAS Agam, Rescue Skin BKT, Pemuda Pancasila, TAGANA, Relawan, RELINDO Sumbar, IZIN Sumbar, dan RMB.
Kepala BPBD Kabupaten Agam, Budi Prawiranegara menyampaikan, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan kecamatan dalam hal melakukan penghitungan dan pendataan kerugian yang timbul akibat bencana alam ini.
“Selain itu, kami juga turun langsung ke lokasi untuk membersihkan material banjir bandang dan lahar dingin dengan menggunakan alat berat sebanyak 3 unit,” ujarnya yang dikutip melalui Diskominfo Agam pada Sabtu, 6 April 2024.
Ia memaparkan, dampak dari kejadian tersebut telah menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan sejumlah rumah milik warga di Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungai Pua.
“Di Kecamatan Canduang, banjir bandang dan lahar dingin telah memutus jalan pertanian dari Lakuang Surian, Jorong Labuang menuju Tonggok Jorong Puti Ramuh, Nagari Canduang Koto Laweh. Sebuah mobil L300 terjebak di lokasi pertanian tersebut.” ujarnya.
Sementara itu, lanjut dia, di Nagari Bukik Batabuah, sebanyak 69 unit rumah warga terkena dampaknya, dengan 78 kepala keluarga dan 261 jiwa.
“Sebagian warga mengungsi ke SD 02 Kubang Duo dan rumah wali jorong serta sanak keluarga lainnya. Beberapa kendaraan roda dua dan roda empat juga rusak parah, sementara akses jalan tertutup. Lalu, di Kecamatan Sungai Pua, banjir bandang juga mengenai akses jalan di Nagari Sungai Pua.” pungkasnya.













