Sumbarkita — Seekor sapi milik warga di Nagari Lubuk Betung, Kecamatan Air Pura, Pesisir Selatan, tewas karena diserang harimau. Tubuh sapi tersebut dimakan perlahan tiap malam oleh harimau yang memangsanya.
Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pesisir Selatan, Novtiwarman, mengatakan bahwa sapi itu merupakan induk sapi milik Hasan Basri (65) alias Buya. Ia menyebut bahwa sapi itu dimangsa oleh harimau di hutan produksi terbatas yang sudah dimanfaatkan sebagai ladang oleh warga, yang berjarak 2 sampai 3 kilometer dari permukiman warga.
Perihal sapi dimangsa harimau, Novtiwarman menceritakan bahwa Hasan mengetahui sapinya tewas pada Senin (12/1/2026) pagi. Menurut Hasan, sapi itu diterkam pada Minggu (11/1/2026) malam sebab pada Minggu sore sapinya masih ada.
“Pemilik mengikat 15 ekor sapinya di ladang. Pada Senin pagi, dia melihat banyak sapinya tidak lagi berada di tempat sapi-sapi itu semula terikat dan banyak tali sapi yang putus. Sekitar 15 meter dari tempat sapi terikat, dia menemukan seekor sapinya tidak bernyawa. Di lehernya ada jejak terkaman satwa yang diduga harimau. Sementara itu, bagian pinggul dimakan satwa tersebut. Di beberapa bagian tubuh ada jejak kuku satwa yang diduga harimau,” ujar Novtiwarman kepada Sumbarkita pada Rabu (14/1/2026).
Setelah mendapati sapinya tewas karena diduga diserang harimau, kata Novtiwarman, Hasan melaporkan kejadian itu kepada wali nagari, lalu wali nagari melapor kepada petugas Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Ia menyebut bahwa pihaknya mendapatkan laporan itu dari petugas TNKS.
Sesudah mendapatkan laporan melalui surat dari wali nagari pada Selasa (13/1/2026), kata Novtiwarman, pihaknya turun ke lokasi untuk memverifikasi laporan tersebut. Di lokasi, pihaknya menemukan satu jejak telapk kaki harimau.
“Jejaknya agak samar karena tanahnya keras. Tapi, kami memastikan bahwa jejak itu jejak harimau,” ucap Novtiwarman.
Novtiwarman menyampaikan bahwa harimau tersebut memakan bagian tubuh sapi tersebut tiap malam. Ia menceritakan bahwa ketika melihat sapi itu pada Selasa siang, pihaknya melihat kaki kanan bagian belakang sudah tidak ada.













