Ia berharap buku-buku tersebut menjadi referensi bagi mahasiswa untuk semua jenjang pendidikan baik Sarjana, Magister dan Doktor serta unsur pemerintah.
Senada dengan itu, Prof. Asrinaldi mengungkapkan Lounge Ruang Buku karya dosen ini menjadi catatan sejarah bagi Unand.
“Diharapkan nantinya ketika maahsiswa menulis skripsi, maupun tesis yang berhubungan dengan kajian ilmunya bisa datang langsung ke ruangan ini,” kata Asrinaldi.
Baginya membaca suatu yang harus ditanamkan dalam diri sendiri. Ia yakin mahasiswa berkewajiban untuk membaca, berdiskusi, dan menulis.
Selain itu, ia juga mengharapkan buku-buku yang berbahasa Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam bahasa inggris sehingga tidak hanya masyarakat indonesia namun juga masyarakat dunia. ***














