Sumbarkita – Nilai tukar rupiah kembali menguat dan semakin menjauh dari level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (7/5/2026).
Di pasar spot, kurs rupiah ditutup menguat 54 poin atau 0,31 persen ke posisi Rp17.333 per dolar AS.
Sejalan dengan itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga menguat 43 poin atau 0,25 persen menjadi Rp17.362 per dolar AS.
Penguatan rupiah turut didorong kenaikan harga obligasi negara di tengah pelemahan harga minyak dunia. Penurunan harga minyak terjadi setelah kembali muncul kabar mengenai pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat.
Sentimen tersebut ikut mengangkat mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.
Peso Filipina memimpin penguatan dengan kenaikan 1,53 persen. Rupee India dan ringgit Malaysia sama-sama menguat 0,46 persen.
Selain itu, baht Thailand naik 0,32 persen, dolar Taiwan menguat 0,24 persen, dolar Singapura naik 0,22 persen, dan yuan China terapresiasi 0,16 persen.
Yen Jepang menguat 0,06 persen, sedangkan dolar Hong Kong naik tipis 0,03 persen.
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah, yakni sebesar 0,1 persen setelah sempat menguat pada perdagangan pagi hingga siang hari.
Di sisi lain, indeks dolar AS yang mencerminkan pergerakan dolar terhadap mata uang utama dunia turun 0,16 persen ke level 97,87.















