Sumbarkita – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran tahap awal sebesar Rp204 miliar untuk pemulihan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Padang Pariaman pascabencana hidrometeorologi akhir 2025.
Anggaran tersebut disampaikan dalam kunjungan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, ke Korong Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Jumat (16/1/2026), guna meninjau langsung progres normalisasi dan penguatan jaringan SPAM yang terdampak.
Dana Rp204 miliar dialokasikan untuk normalisasi lima SPAM prioritas, yakni SPAM Salisikan, Lubuk Lonsong Batang Anai, Lubuk Bonta, Batang Gasan, dan Sungai Limau. Program ini merupakan bagian dari pengembangan total 12 SPAM di Padang Pariaman dengan nilai keseluruhan mencapai Rp500 miliar.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyebutkan bahwa pengerjaan tahap awal difokuskan pada wilayah yang terdampak paling berat.
“Ini merupakan tahap awal dari total pengembangan 12 SPAM di Kabupaten Padang Pariaman. Kita fokuskan dulu pada wilayah-wilayah yang terdampak paling berat agar layanan air bersih segera pulih,” ujar Bupati JKA.
Berdasarkan penjelasan Dirjen Cipta Karya, pemerintah menargetkan layanan air bersih di kawasan prioritas sudah kembali mengalir sebelum lebaran atau pertengahan Ramadan 2026.
Pekerjaan normalisasi dan penguatan jaringan SPAM dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama senilai Rp204 miliar dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero), sementara tahap lanjutan direncanakan berlangsung pada akhir 2026 dengan total nilai keseluruhan proyek mencapai Rp500 miliar.
Direktur PDAM Padang Pariaman Aznil Mardin mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi sistem jaringan air bersih secara menyeluruh di wilayah yang terdampak bencana.
“Alhamdulillah, Padang Pariaman mendapatkan 12 paket pekerjaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap awal diperkirakan memakan waktu 6 hingga 8 bulan, dan tahap lanjutan ditargetkan rampung pada tahun 2027,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat catatan khusus untuk kawasan Lubuk Alung, di mana distribusi air bersih ditargetkan sudah kembali normal sebelum Lebaran guna menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.











