Pasaman – Realisasi bantuan rumah beberapa warga terdampak gempa di Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menuai sorotan. Pasalnya 1,5 tahun lebih gempa bumi melanda, bantuan rumah tak kunjung terealisasi.
Bukan hanya itu, belakangan beredar informasi ada bantuan dari penerima yang sebelumnya sudah masuk dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Pasaman dialihkan kepada orang lain.
Wali Nagari Malampah, Asrinur, mengakui ada pengalihan penerima bantuan rumah gempa dari nama Satria kepada nama lain. Namun Asrinur belum dapat menjelaskan alasan di balik pengalihan tersebut.
Sementara Kepala BPBD Pasaman, Alim Bazar, mengatakan penerima bantuan rumah tidak pernah dirubah. Menurutnya, penerima berdasarkan nama Kartu Keluarga plus titik koordinat.
“Itu melalui verifikasi dari Inspektorat Utama (Irtama) BNPB, untuk spesifikasi kita diawasi BNPB dan konsultan pengawas,” kata Alim Bazar dikonfirmasi media, Kamis (2/11/23).
Sebelumnya, sejumlah warga terdampak tak kuasa meluapkan kekesalan dan kekecewaannya kepada pemerintah.
Salah satu warga, Satria, merasa kecewa karena meskipun namanya sudah terdaftar dalam SK Bupati Pasaman sebagai penerima bantuan rumah gempa, namun bantuan tersebut akhirnya dialihkan kepada orang lain.
“Rumah saya terdampak gempa tidak jadi menerima bantuan karena dialihkan kepada orang lain, padahal nama saya sudah ada dalam SK Bupati,” kata Satria menyampaikan keluhan ke media, Kamis (2/11/23).











