PARIAMAN, SUMBARKITA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pariaman telah menerima berkas pendaftaran Panitia Pengawasan Kecamatan (Panwascam) dari 157 orang yang terdiri dari 99 pria dan 66 perempuan.
Ketua Bawaslu Kota Pariaman, Riswan mengatakan jumlah pendaftar perempuan melebihi ekspektasi. Pasalnya, sesuai aturan yang diterapkan keterwakilan perempuan dalam perekrutan Panwascam hanya 30 persen.
“Ada 157 orang yang mendaftar, 66 orang perempuan atau 42 persen. Jumlah tersebut di luar ekspektasi kami. Kami membutuhkan keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen,” katanya, Selasa (4/10/2022).
Tingginya partisipasi kaum perempuan dinilai Riswan merupakan sebuah hal yang positif. Ia berharap, tingginya antusias pendaftar Panwascam di Pariaman dapat menciptakan pengawasan Pemilu yang berkualitas.
“Selain itu, banyaknya yang mendaftar serta tingginya pendaftar dari kalangan perempuan karena jauh sebelum pembukaan pendaftaran kami sudah menyosialisasikan kepada masyarakat. Selain itu penerimaan anggota ad hoc di Bawaslu lebih dulu dibandingkan dengan KPU,” jelas Riswan.
Menurutnya pendaftar Panwascam di Pariaman sebagian besar merupakan orang yang sebelumnya juga sudah pernah menjadi pengawas atau penyelenggara pemilihan di tingkat kecamatan atau di tingkat desa.
Bawaslu Kota Pariaman, sambung Riswan, akan segera menyeleksi pendaftar berdasarkan berkas yang dikirim atau ters administrasi, lalu tes Computer Assisted Test (CAT), dan terakhir tes wawancara.
“Jadi, ada enam orang yang akan mengikuti tahapan wawancara di masing-masing kecamatan nantinya,” katanya.
Tingginya animo masyarakat untuk mendaftar sebagai Panwascam itu dinilai Pakar Ekonomi Unand, Prof Syafruddin Karimi merupakan dampak dari sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan.
Perekrutan Panwascam di setiap Pemilu, kata dia, memang menjadi harapan bagi pencari kerja terlebih pascapandemi Covid-19 yang sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Apalagi saat ini setelah pandemi, jumlah pengangguran bertambah. Tak heran ada lonjakan pencari kerja. Ini juga salah satu faktor meningkatnya pendaftaran Panwascam,” ujarnya.
Ditambah lagi, kata Syafruddin, untuk tahapan pemilu 2024 yang akan datang gaji untuk Panwascan bertambah dibandingkan pada penyelenggaraab pemilihan sebelumnya.
“Jadi semakin menarik bagi orang untuk bekerja menjadi Panwascam,” kata Guru Besar Ekonomi Pembangunan Unand itu. (*)
Editor: RF Asril














