Sumbarkita — Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, mengatakan total 549 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian pascabanjir dan longsor yang menerjang sejumlah kecamatan di daerah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
“Hingga hari ini masih ada 549 jiwa atau 159 KK yang masih mengungsi karena rumah mereka belum aman dan masih dipenuhi lumpur. Jumlah ini tersebar di empat kecamatan yang terdampak paling parah,” katanya, Minggu (7/12).
Ia mengatakan, kebutuhan logistik masih besar dan mendesak, terutama untuk pengungsi yang belum bisa kembali ke rumah.
“Kami sangat membutuhkan tambahan alat berat, dapur umum, sembako, family kit, hygiene kit, terpal, makanan siap saji, selimut, pakaian, obat-obatan, dan air bersih. Ini penting untuk memastikan pengungsi tetap aman dan sehat,” jelasnya.
Ia menyebut, cuaca sudah cerah dan seluruh sungai di wilayah terdampak telah surut. Namun, Pemkab Padang Pariaman belum mencabut status kewaspadaan karena masih banyak titik berpotensi longsor susulan.
Diberitakan sebelumnya, jumlah korban meninggal akibat banjir, banjir bandang, longsor, dan luapan sungai di Kabupaten Padang Pariaman terus bertambah. Data terbaru dari BPBD per Minggu (7/12/2025) mencatat 42 orang meninggal dunia.
Emri Nurman menyebutkan bahwa jumlah tersebut termasuk temuan jenazah yang hanyut dari kabupaten lain.
“Ini bencana dengan dampak korban jiwa terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Dari total tersebut ada beberapa orang asal daerah lain namun ditemukan di Padang Pariaman,” ujarnya.














