Sumbarkita – Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Wilayah Sumatera Barat merekomendasikan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota memanfaatkan lokasi sinkhole di Nagari Situjua Batua sebagai destinasi geowisata. Fenomena alam tersebut dinilai memiliki nilai ilmiah sekaligus potensi ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ketua IAGI Sumbar, Dian Hadiyansyah, mengatakan sinkhole yang muncul di kawasan tersebut tidak hanya perlu dipandang sebagai ancaman bencana, tetapi juga peluang positif jika dikelola dengan tepat. Menurutnya, konsep geowisata dapat dikembangkan pemerintah daerah untuk menarik kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap fenomena geologi.
“Sinkhole di Limapuluh Kota juga berpotensi ditetapkan sebagai salah satu geosite yang mendukung pengembangan Geopark Harau yang sebelumnya telah diajukan pemerintah daerah. Keberadaan geosite baru akan memperkaya destinasi geowisata Sumatera Barat,” kata Dian dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).
Sementara itu, Kepala Jorong Tepi, Nagari Situjua Batua, Salmi Caniago, menyebutkan sejak kemunculan sinkhole, kawasan tersebut ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah seperti Bukittinggi, Padang, hingga Pekanbaru.
Pengunjung datang dengan beragam tujuan, mulai dari sekadar berfoto hingga menyaksikan langsung fenomena alam yang jarang terjadi.
Ia mengungkapkan kehadiran pengunjung turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sejumlah pedagang terlihat berjualan di sekitar lokasi seiring meningkatnya aktivitas warga.
Namun demikian, Salmi mengingatkan bahwa kondisi sinkhole hingga kini belum sepenuhnya stabil. Di beberapa titik, lubang tersebut masih mengalami runtuhan, terutama di area persawahan yang ditemukan retakan tanah berpotensi longsor lanjutan.
“Sebagai langkah antisipasi, kami mengimbau pengunjung agar tidak mendekati bibir lubang. Pembatasan sudah dipasang dan pengawasan dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Meski demikian, pihak jorong sempat berupaya melarang aktivitas berjualan di tepi jalan sekitar lokasi karena memicu kemacetan, namun imbauan tersebut belum sepenuhnya dipatuhi.
Diketahui, sinkhole atau lubang besar yang muncul di tengah sawah tersebut mengeluarkan air jernih. Badan Geologi memastikan fenomena itu terjadi akibat proses erosi bawah permukaan atau piping erosion, bukan akibat runtuhan batu kapur sebagaimana dugaan awal.













