Berdasarkan video yang diterima Sumbarkita, terlihat seorang pria diduga keluarga pemilik kontrakan memberi penjelasan bahwa kontrakan yang dijadikan tempat kebaktian merupakan rumah keluarga besar mereka.
“Ini rumah tua loh. Kalian punya rumah tua, punya rumah adat? Seperti ini juga, rumah ini bukan punya satu orang tapi keluarga, ada anak cucunya,” sebut pria tersebut.
Ia melanjutkan, pihaknya bukan melarang kebaktian, namun semestinya dikonfirmasi terlebih dahulu termasuk pemberitahuan ke pihak RT dan RW.
Di bagian lain terlihat keributan semakin memanas. Salah satu warga yang mengikuti kebaktian tidak terima kegiatan mereka tiba-tiba dihentikan.
“Harusnya kalau memang ibu yang punya rumah kotrakan, terkait masalah ibadah ini harus bisa disampaikan baik-baik, dek tolong hentikan. Tapi jangan main hakim seperti ini,” ujarnya.
Main hakim yang dimaksud, kebaktian tiba-tiba terhenti karena kaca kontrakan dilempari hingga pecah. ***













