Sumbarkita – Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan sadis terhadap Novrianto (39), pria yang ditemukan tewas terkubur dengan terpal di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau pada Selasa (28/10/2025) sore.
Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra mengatakan, pelaku bernama Ikhsan (44), yang juga teman korban, nekat menghabisi korban hanya karena persoalan hotspot Wi-Fi.
“Motif pelaku sangat sepele, hanya karena tidak diberikan jaringan hotspot. Namun karena dalam pengaruh minuman tuak, pelaku emosi dan langsung menganiaya korban hingga meninggal dunia,” katanya, dikutip dari detik.com.
Peristiwa ini terjadi pada Senin, (25/10), saat keduanya dalam keadaan mabuk di rumah pelaku di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau. Saat itu pelaku juga memaksa istrinya berhubungan dengan korban. Setelah itu istrinya pergi ke pasar, tersangka meminta hotspot kepada korban, tetapi ditolak karena kuota habis.
Kemudian pelaku sakit hati dan mengambil parang dan membacok korban berkali-kali hingga tewas. Mayat korban lalu dibungkus dengan terpal dan dikubur di kebun belakang rumahnya oleh pelaku. Setelah membuang barang bukti dan mencuci parang, pelaku kabur ke Pekanbaru. Ia kemudian ditangkap pada 29 Oktober 2025.
Diberitakan sebelumnya, Warga Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria yang diduga menjadi korban pembunuhan. Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terkubur di kebun warga dengan terbungkus terpal, pada Selasa (28/10/2025) sore.
Kapolsek Tualang, Kompol Hendrix, membenarkan penemuan tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula saat seorang warga mencium bau amis dari kebunnya dan kemudian melapor kepada Bhabinkamtibmas Polsek Tualang.
“Warga tersebut melapor ke Bhabinkamtibmas Polsek Tualang adanya mayat yang dikubur di kebun dalam kondisi terbungkus terpal,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya dikutip Sumbarkita, Kamis (30/10/2025).














