Sumbarkita — Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya menangkap tiga pelaku penambang emas ilegal di area perkebunan karet Jorong Sungai Bungur, Nagari Padukuan, Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (15/1/2026).
Penindakan tersebut diinformasikan melalui unggahan akun Instagram resmi Polres Dharmasraya. Dalam unggahan itu disebutkan, operasi dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tersebut.
Saat penindakan, petugas mengamankan tiga orang terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti berupa mesin dompeng dan peralatan yang digunakan untuk aktivitas penambangan.
Masih berdasarkan unggahan tersebut, ketiga pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolres Dharmasraya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Para pelaku dijerat Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman hukuman yang dikenakan berupa pidana penjara paling lama lima tahun dan denda hingga Rp100 miliar.
Hingga berita ini diterbitkan, tim Sumbarkita telah berupaya meminta keterangan lengkap penangkapan itu kepada Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Dharmasraya, AKP Evi Hendri Susanto, namun belum memperoleh keterangan lebih lanjut.
Ia menyampaikan pihaknya akan menggelar konferensi pers pada Senin, 19 Januari 2026, untuk memberikan penjelasan lanjutan terkait penangkapan tersebut.















