Sumbarkita — Unit Reserse Kriminal Polres Kota Pariaman menggunakan metode penyelidikan digital berupa cell dump untuk melacak keberadaan pelaku penjambretan gelang emas yang berujung kecelakaan maut dan menewaskan seorang ibu berusia 42 tahun di Pariaman, pada Minggu (11/1/2026).
Kasat Reskrim Polres Kota Pariaman, Iptu Rio Ramadhani, mengatakan selain analisis CCTV, cell dump menjadi salah satu langkah krusial dalam mengungkap identitas dan persembunyian pelaku yang hingga kini masih diburu.
“Data dari hasil cell dump ini, nantinya akan membantu kami mengetahui aktivitas ponsel di sekitar lokasi kejadian dan pergerakan pelaku,” ujarnya kepada Sumbarkita, Selasa (13/1).
Ia menjelaskan, cell dump merupakan teknik penyelidikan yang dilakukan dengan bekerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi untuk memperoleh data komunikasi di suatu wilayah dan waktu tertentu. Metode ini digunakan secara resmi dan sesuai prosedur hukum.
“Penggunaan cell dump tentu melalui mekanisme dan izin yang sah. Ini bagian dari penyelidikan digital untuk memperkuat alat bukti,” katanya.
Menurut Rio, sejauh ini pihaknya telah melakukan analisis CCTV, serta memeriksa keterangan saksi.
Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Diponegoro, Desa Kampung Pondok, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Minggu (11/1/2026) siang. Seorang pengendara sepeda motor Yamaha NMAX tewas setelah terjatuh saat mengejar penjambret yang mencuri gelang emasnya.
KBO Satuan Lalu Lintas Polres Pariaman, Ipda Edi, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.53 WIB. Ia menyebut korban bernama Ismayuliani Nuris (42), warga Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX hitam dengan nomor polisi BA 5647 SAE, membonceng anak laki-laki berusia 12 tahun, Iqbal Kurnia Riswandi.















