Sumbarkita – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat mengamankan dua sopir dan satu kernet bus maut milik perusahaan Antar Lintas Sumatra (ALS) yang terguling di kawasan Bukit Surungan, Kota Padang Panjang, Selasa (6/5) pagi. Kecelakaan tragis tersebut menewaskan 12 penumpang.
Kapolda Sumbar Irjen Gatot Tri Suryanta menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah mengamankan para awak bus untuk dilakukan pemeriksaan, termasuk tes urin.
“Untuk sopir dan kernet saat ini sedang kami amankan dan kita sedang cek urinnya. Nanti kita laporkan begitu hasilnya keluar,” kata Gatot kepada Metro TV.
Salah satu sopir yang selamat diketahui tengah menjalani perawatan di RSUD Kota Padang Panjang. Meski dirawat, kondisi sopir masih memungkinkan untuk dimintai keterangan awal terkait insiden tersebut.
“Semua dalam keadaan sadar dan sementara dalam penanganan oleh tim traffic accident analysis dari Polda Sumbar,” ujar Gatot.
Kecelakaan maut terjadi sekitar pukul 08.15 WIB saat bus AKAP ALS bernomor polisi B 7152 FGA yang melayani rute Medan–Bekasi terguling di dekat UPTD Puskesmas Padang Panjang.
Menurut laporan dari Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang, bus yang dikemudikan oleh Muhammad Seu Sibuan (50), membawa 33 penumpang dan tengah dalam perjalanan dari arah Bukittinggi menuju Terminal Padang Panjang.
Ketika melintas di simpang MTsN, kendaraan diduga mengalami rem blong. Sang sopir berusaha mengendalikan laju bus hingga sampai ke simpang Terminal Busur dekat UPTD Puskesmas Padang Panjang.
Namun, diduga akibat kegagalan sistem pengereman, bus oleng ke kiri dan menghantam pagar rumah warga di sisi jalan.
Menurut data agen bus, total penumpang mencapai 35 orang. Para korban luka dan meninggal telah dievakuasi ke RSUD Kota Padang Panjang dan RS Yarsi Kota Padang Panjang.















