Sumbarkita – Nilai pinjaman online (pinjol) masyarakat Indonesia mencapai Rp90,99 triliun hingga akhir September 2025. Angka ini tumbuh 22,16 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Data tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, dalam keterangan usai rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, Jumat (7/11/2025).
“Pada industri pinjaman daring atau pindar (pinjol), outstanding pembiayaan pada September 2025 tumbuh 22,16% year on year dengan nilai nominal sebesar Rp90,99 triliun,” ujar Agusman.
Ia menambahkan, tingkat risiko kredit secara agregat (TWP90) berada pada posisi 2,82 persen, menandakan risiko kredit di industri masih dalam batas wajar.
Selain sektor pinjol, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan juga meningkat 1,07 persen yoy menjadi Rp507,14 triliun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pembiayaan modal kerja, yang mencatat kenaikan 10,61 persen yoy.
Dari sisi risiko, kualitas pembiayaan terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) gross di level 2,47 persen dan NPF net 0,84 persen. Gearing ratio perusahaan pembiayaan juga dinilai sehat, berada di angka 2,17 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali yang ditetapkan regulator.
Sementara itu, pembiayaan modal ventura tumbuh 0,21 persen yoy pada September 2025, dengan nilai total pembiayaan mencapai Rp16,29 triliun.
Pada sisi lain, industri pergadaian mencatat pertumbuhan signifikan. Penyaluran pembiayaan tumbuh 30,92 persen yoy menjadi Rp111,68 triliun, dengan risiko kredit yang dinilai tetap terjaga.













