Sumbarkita – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Evi Yandri Rajo Budiman, menyalurkan bantuan 140 unit laptop untuk mempercepat program digitalisasi pendidikan di dua sekolah menengah atas di Kota Padang.
Bantuan yang bersumber dari dana pokok pikiran (pokir) tersebut dialokasikan untuk SMAN 17 Padang sebanyak 80 unit dan SMAN 12 Padang sebanyak 60 unit pada Agustus 2026.

Ia mengatakan, SMAN 17 Padang dipilih karena statusnya sebagai sekolah baru yang berdiri pada 2022, sedangkan SMAN 12 Padang merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak paling parah akibat bencana pada rentetan akhir 2025.
“Tujuan pemberian laptop ini seiring dengan program pemerintah, yakni digitalisasi pendidikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu percepatan program ini,” ujarnya.
Ia menyebut, penguatan sektor pendidikan melalui penyediaan fasilitas digital selaras dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya investasi sumber daya manusia (SDM).

“Jika SDM-nya bagus, maka daerah dan negara bisa berkembang dan maju, namun jika SDM lemah, maka kemajuan akan sulit dicapai,” ujarnya saat meninjau penggunaan fasilitas laboratorium komputer di sekolah tersebut beberapa waktu lalu.
Evi mengatakan, pembelajaran berbasis teknologi diharapkan mampu melatih daya saing peserta didik di tengah era globalisasi.
“Fokuslah menimba ilmu dan bentuk karakter diri dengan aktif berkegiatan positif melalui ekstrakurikuler,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Evi mengingatkan generasi muda untuk membentengi diri dari berbagai perilaku menyimpang.
“Ini juga marak di Sumbar dan harus dijauhi, seperti tawuran, narkoba, seks bebas, dan judi online. Jangan coba-coba atau ikut-ikutan karena sekali terjerumus, hancur masa depan seumur hidup,” tegasnya.
Evi turut mengimbau para pendidik memiliki pemahaman dasar mengenai jenis-jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) beserta indikasi fisik pemakainya.

“Dengan mengetahui, kita akan mudah mengawasi para siswa. Tingkatkan kepedulian karena masa depan daerah dan negara ada pada mereka,” ujarnya.
Ia berharap bantuan laptop yang diberikan tersebut dirawat dengan baik sehingga bisa bermanfaat dalam jangka panjang.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Mahya, mengatakan kehadiran perangkat komputer ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar berbasis IT.
“Bantuan yang diberikan mesti dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengoptimalkan digitalisasi pendidikan, serta dirawat agar bermanfaat bagi banyak siswa,” ujarnya.














