Sumbarkita – Sebanyak 388 orang, terdiri dari peserta didik dan tenaga pendidik di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terindikasi mengalami gejala sakit perut, mual, dan muntah setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menu tersebut dibagikan kepada peserta didik di sejumlah sekolah serta masyarakat melalui Posyandu. Salah satu penerima menu MBG adalah keluarga Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya.
Novri mengatakan, istri dan anaknya menerima paket MBG dari Posyandu pada Selasa (1/9/2026). Keduanya kemudian mengonsumsi makanan tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.
“Tidak lama setelah makan, istri saya mengalami sakit perut, mual, sampai demam tinggi. Anak saya juga mengalami hal yang sama,” kata Novri, Rabu (2/9/2026).
Dari paket makanan yang diterima keluarganya, Novri menyebut terdapat menu tempe dan telur puyuh. Namun, ia mengaku tidak mengingat seluruh jenis makanan yang terdapat dalam paket tersebut.
Keluhan kesehatan muncul tidak lama setelah makanan dikonsumsi. Istri Novri yang sedang hamil muda mengalami sakit perut, mual, dan demam tinggi. Anaknya juga mengalami keluhan serupa.
Pada Rabu pagi, kondisi keduanya mulai membaik setelah demam berangsur turun. Meski demikian, Novri berencana membawa istri dan anaknya ke klinik untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Ratusan Orang Terindikasi
Kasus dugaan keracunan tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi di sejumlah sekolah di Kecamatan Palupuh.
Hingga Rabu (2/9/2026), sebanyak 388 orang terindikasi mengalami gejala sakit perut, mual, dan muntah. Mereka terdiri dari 364 peserta didik tingkat TK, SD, dan SMP serta 24 tenaga pendidik.













