Sumbarkita — Pemerintah Kota Payakumbuh akan merehabilitasi satu unit rumah warga rusak berat akibat tertimpa pohon di Kelurahan Kapalo Koto Ampangan (KKA), Kecamatan Payakumbuh Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Rumah milik Srima Murtis, yang dihuni bersama tiga orang anaknya, mengalami kerusakan parah hingga bangunan terbelah menjadi dua bagian. Kondisi tersebut membuat rumah dinilai tidak lagi aman untuk ditempati.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Payakumbuh, Marta Minanda, mengatakan hasil pengecekan di lapangan menunjukkan rumah tersebut masuk kategori rusak berat.
“Struktur bangunannya sudah tidak layak huni dan membahayakan keselamatan, sehingga perlu penanganan melalui bantuan rehabilitasi atau pembangunan kembali,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Ia menjelaskan, penanganan rumah warga terdampak bencana tersebut mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2023 tentang Standar Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selain itu, pemerintah daerah juga berpedoman pada Peraturan Wali Kota Payakumbuh Nomor 13 Tahun 2022 tentang Pemberian Bantuan Rehabilitasi Rumah Layak Huni bagi Korban Bencana.
Melalui regulasi tersebut, pemerintah daerah berkewajiban memberikan pelayanan dasar di bidang perumahan bagi masyarakat terdampak bencana agar dapat kembali memiliki hunian yang aman dan layak.
Marta menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil survei dengan memproses bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berkomitmen agar proses bantuan ini dapat berjalan secepat mungkin, sehingga korban bencana tidak terlalu lama berada dalam kondisi tidak aman,” katanya.
Sementara itu, Camat Payakumbuh Selatan, Resti Desmila, mengapresiasi respons cepat Dinas PKP yang langsung melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian serta langkah konkret Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap warga yang tertimpa musibah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas respons cepat yang dilakukan. Harapannya, rumah warga yang terdampak bisa segera diperbaiki dan kembali ditempati dengan aman,” ujar Resti.















