Sumbarkita — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menegaskan bahwa percepatan pembangunan kembali Pasar Payakumbuh pascakebakaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pembangunan pasar ini mendapatkan dukungan tokoh masyarakat Koto Nan IV serta Koto Nan Gadang. Hal ini menjadi dasar penting yang menegaskan bahwa pembangunan pasar tidak berjalan sepihak, melainkan melalui komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh sekaligus Anggota Tim Percepatan Pembangunan Pasar, Kurniawan Syahputra, menyatakan bahwa dukungan niniak mamak memperkuat legitimasi sosial pembangunan pasar yang saat ini dalam tahap percepatan.
“Pemko Payakumbuh tidak berjalan sendiri. Setiap langkah selalu dibangun melalui koordinasi dan komunikasi bersama niniak mamak serta pihak terkait lainnya,” ujar Kurniawan di Balai Kota Payakumbuh, Jumat (28/11/2025).
Kurniawan menegaskan, pemerintah terus memastikan birokrasi berjalan sesuai mekanisme, terutama dalam hal dokumen dan legalitas pertanahan.
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pasar Payakumbuh sekaligus Kepala Dinas PUPR, Muslim, menyebut seluruh proses teknis dan administratif terkait pembangunan pasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku, termasuk pengurusan sertifikat tanah di Kantor Pertanahan (BPN) yang melibatkan unsur adat dalam setiap tahapan.
“Proses ini kami jalankan sesuai ketentuan hukum. Setiap perkembangan selalu dikomunikasikan dengan KAN. Prinsipnya, pembangunan berjalan, tetapi keharmonisan adat dan regulasi tetap dijaga,” kata Muslim.
Muslim menambahkan, keselarasan antara pemerintah dan adat menjadi kekuatan utama yang mempercepat pengambilan keputusan di lapangan, sekaligus memastikan percepatan pembangunan pasar demi memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan dukungan KAN, Pemko Payakumbuh optimistis pembangunan kembali Pasar Payakumbuh dapat berjalan lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintah menegaskan akan menghadirkan pasar yang representatif, aman, dan fungsional, sambil menjaga nilai-nilai adat yang menjadi karakter Kota Payakumbuh.
“Ini semua demi pemulihan kembali ekonomi masyarakat Payakumbuh. Mari bersama kita bergandengan tangan untuk Payakumbuh yang lebih baik lagi,” pungkasnya.















