SUMBARKITA.ID – Pemerintah Kota Pariaman menargetkan nol kekerasan terhadap perempuan dan anak. Untuk itu, Pemko Pariaman bekerjasama dengan United Nation Development Program (UNDP) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar acara Capacity Building bagi petugas layanan dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan yang digelar pada Selasa (6/12/2022) itu sekaligus rangka memperingati hari Anti Kekerasan Perempuan Internasional.
“Kami berharap tidak ada lagi kekerasan perempuan dan anak di Kota Pariaman,” sebut Wali Kota Pariaman Genius Umar.
Ia menerangkan, kegiatan capacity building menjadi bekal para petugas pelayanan dalam meminimalisir kekerasan perempuan dan anak di Kota Pariaman.
“Dalam pelaksanaannya kami akan terus bekerjasama dengan Polres dan Kejari untuk melakukan proses hukum pada pelaku,” terangnya.
Ia menilai sebelumnya kekerasan perempuan dan anak di Kota Pariaman cukup tinggi hingga saat ini
Tercatat melalui data ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pariaman, pada 2022 terdapat 33 kasus kekerasan anak dan 17 kasus kekerasan perempuan.
Sementara untuk menuju Zero Tolerance, Kota Pariaman juga sudah membentuk Unit Layanan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). ***












